Nasional

BNPT Bina Eks Pimpinan Jamaah Islamiyah yang Deklarasikan Pembubaran

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) membina kemudian membimbing mantan pimpinan Jamaah Islamiyah yang dimaksud mendeklarasikan pembubaran organisasi melalui paguyuban sesama mantan anggota.

Kepala BNPT Komisaris Jenderal Mohammed Rycko Amelza Dahniel mengutarakan pembinaan dikerjakan mantan anggota Jamaah Islamiyah yang digunakan tergabung pada Paguyuban Anti Teror Tanah Air (PATI). Mantan anggota Jamaah Islamiyah ini membimbing mereka itu yang tersebut masih terpapar ideologi kekerasan melalui diskusi juga kajian.

Sebab, kata Rycko, cuma sesama mereka itu yang digunakan paling mengetahui keadaan status kawan-kawannya serta mengetahui bagaimana langkah berbicara dan juga menyentuh hati kawan-kawannya.

“Jadi bimbingan itu tidak seperti yang dimaksud sifatnya diawasi, diikuti, dibuntuti. Tidak. Jadi kami memberikan prasarana ke antara merekan sendiri yang tersebut melaksanakn diskusi, melakukan pencerahan-pencerahan, melakukan kajian-kajian. Kami hanya sekali memberikan bimbingan,” kata Rycko pada waktu peresmian Museum Penanggulangan Terorisme Adhi Pradana pada hari ulang tahun BNPT ke-14 dalam Kompleks BNPT, Kota Bogor, Selasa, 16 Juli 2024.

Riycko menyatakan pembinaan yang dimaksud dimaksud adalah upaya deradikalisasi melalui pemberian wawasan kebangsaan, keagamaan, hingga keterampilan wirausaha sehingga hati mereka itu dapat tersentuh meninggalkan ajaran kekerasan. 

Rycko mengemukakan paham Jamaah Islamiyah adalah kesulitan ideologi. Menurut dia, ideologi tiada bisa saja dipatahkan begitu belaka dengan tekanan atau kekerasan. Ia mengutarakan penganut ideologi yang dimaksud justru akan semakin yakin benar akan ideloginya apabila semakin ditekan. 

“Tetapi dengan menggunakan sentuhan, dengan menggunakan pencerahan, dengan memberikan beragam pembuktian-pembuktian pada kehidupan. Testimoni-testimoni dari warga yang dimaksud telah kembali,” kata Rycko. 

Menurut Rycko, pihaknya mendapat informasi jajaran bawah Jamaah Islamiyah akan mengikuti pimpinan mereka itu yang tersebut membubarkan diri. “Kalau pimpinan sudah ada mengatakan, maka jemaah dalam bawahnya adalah kami dengar ‘kami ikut, sami’na wa atha’na (mendengarkan perintah dan juga mematuhinya),” kata dia.

Rycko menyambut baik pemberitahuan pembubaran juga berharap akan berdampak untuk seluruh pihak yang merasa berubah menjadi bagian atau simpatisan Jamaah Islamiyah. Ia juga mengapresiasi tugas Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri. Sebab, kata dia, Densus 88 selama bertahun-tahun telah dilakukan melakukan pembinaan, komunikasi, silaturahmi, hingga melaksanakan edukasi serta rehabilitasi dengan menggunakan hati. 

Sebelumnya beredar video di YouTube tentang 16 anggota senior Jamaah Islamiyah, jaringan militan Asia Tenggara yang disalahkan berhadapan dengan pengeboman maut Bali, mengumumkan akan membubarkan kelompok tersebut.  Laporan dari Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) membenarkan keaslian pernyataan video pada 30 Juni yang dimaksud dibuat oleh 16 pemimpin Jamaah Islamiyah (JI) yang mana mengumumkan bahwa dia membubarkan jaringan ekstremis tersebut.

Dalam pernyataan tersebut, yang digunakan direkam di video juga dibagikan secara online, para pemimpin menegaskan komitmen mereka terhadap negara lalu hukum Indonesia. Mereka menambahkan semua materi yang tersebut diajarkan pada sekolah berasrama yang mana berafiliasi dengan JI akan sejalan dengan Islam ortodoks.

“Masih terlalu dini untuk menyatakan apa konsekuensinya, namun orang-orang yang tersebut melakukan penandatanganan pernyataan yang disebutkan memiliki rasa hormat lalu kredibilitas yang tersebut cukup di dalam pada organisasi untuk meyakinkan penerimaan yang tersebut luas,” kata Sidney Jones, penulis analisis awal IPAC.

Kelompok militan yang mana terkait dengan Al-Qaeda dituduh mendalangi beberapa serangan paling mematikan di Indonesia, diantaranya pengeboman klub di malam hari ke Bali pada 2002 yang tersebut menewaskan lebih besar dari 200 orang.

Video pemberitahuan pembubaran berdurasi 3 menit 20 detik dipublikasikan di dalam akun YouTube Arrahmah_id. Dalam pernyataan tertulis, pemberitahuan pembubaran ini diwujudkan oleh dalam kawasan Bogor pada 30 Juni 2024.

Dalam video itu tampak pribadi pria membacakan pernyataan dengan 15 warga berdiri dalam belakangnya. Pria yang tersebut membacakan pengumuman itu disebut sebagai petinggi Jamaah Islamiyah bernama Abu Rusydan.

Abu menyatakan pembubaran berdasarkan kesepakatan majelis para senior dengan para pimpinan lembaga institusi belajar forum pondok pesantren yang digunakan berafiliasi dengan Al-Jamaah Al-Islamiyah. “Menyatakan pembubaran Al-Jamaah Al-Islamiyah juga kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Abu. 

Abu juga mengungkapkan mereka siap mengikuti peraturan hukum yang mana berlaku di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka juga menyatakan berikrar serta konsisten untuk menjalankan hal-hal yang mana merupakan konsekuensi logisnya.

Deklarasi dihadiri oleh oleh pembacaan 16 nama pimpinan Jamaah Islamiyah yang dimaksud bertandatangan ke Bogor, 24 Dzulhijjah 1445 Hijriah, bertepatan dengan 30 Juni 2024.

SITA PLANASARI

Artikel ini disadur dari BNPT Bina Eks Pimpinan Jamaah Islamiyah yang Deklarasikan Pembubaran

Related Articles

Back to top button