Pembalap ITdBI 2024 hadapi tanjakan ekstrem di dalam etape terakhir

Banyuwangi – Etape keempat atau terakhir kompetisi balap sepeda gowes International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2024 20 pasukan peserta balap dari berubah-ubah negara akan menghadapi rute terberat selama perlombaan juga para rider harus mampu menaklukkan tanjakan ekstrem mendekati garis finis dalam Paltuding Gunung Ijen, Kamis.
Hari ini menjadi pembuktian bagi para rider melalui jalur tanjakan "neraka" (king of mountain/KoM) yang merupakan tanjakan tersulit dalam Asia, yakni Gunung Ijen.
Pada etape terakhir, jarak rute yang mana harus ditempuh sejauh 167,8 kilometer dengan mengambil start dari Pantai Marina Boom juga finis dalam Paltuding, Gunung Ijen.
"Sepanjang rute etape terakhir ini didominasi dengan tanjakan naik-turun. Jalur datar (flat) relatif minim apabila dibandingkan tiga etape sebelumnya," kata Ketua Panitia Balap Sepeda ITdBI 2024 Guntur Priambodo.
Para atlet sepeda menyeberangi jalur mendatar pada kilometer awal setelahnya start, juga mereka itu akan segera diuji dengan tanjakan awal ke kilometer 13 Pesucen.
Berikutnya, atlet sepeda kembali melintasi jalur datar dengan tiga titik sprint, yakni di dalam kilometer 61,4 RTH Maron Genteng, kilometer 87,5 Jajag, lalu kilometer 128,1 Pakis.
Lalu, para rider harus mulai menyiapkan diri di dalam jalur tanjakan,karena masih ada dua titik tanjakan yang dimaksud ekstrem di dalam sisa jalur menuju finis.
Tanjakan kedua berada di kilometer 144,9 Kalibendo, sementara di dalam tanjakan terakhir di kilometer 162 Gunung Rante.
Di tanjakan terakhir merupakan tanjakan ekstrem dan juga disebut tanjakan "neraka" bagi para pembalap.
Tanjakan menjauhi finis ini mempunyai tipe hors categori (HC), lalu tanjakan ini merupakan tanjakan terberat se-Asia pada turnamen balap kendaraan beroda dua dunia dengan kondisi jalur curam.
"Etape ini berubah menjadi pembuktian para rider raja tanjakan dikarenakan rutenya didominasi tanjakan yang mana cukup berat," kata Guntur.
Pada etape tiga Rabu (24/7), balap sepeda gowes bola ITdBI 2024 atlet sepeda Oskar Nisu dari Ferei Quick-Panda Podium Mongolia Team bermetamorfosis menjadi yang tercepat.
Oskar Nisu yang dimaksud merupakan peserta balap dengan syarat Estonia itu berubah jadi yang tercepat dari 88 atlet sepeda lainnya dengan rute sejauh 175,3 kilometer start dari Doesoen Kakao Kecamatan Glemore hingga finis Kantor Pimpinan Daerah Banyuwangi, ditempuh 3 jam 48 menit 54 detik.
Disusul kedudukan kedua atlet sepeda Muh Imam Arifin dari Nusantara Cycling Team Indonesia, kemudian sikap ketiga juga diduduki atlet sepeda Indonesia, yakni Jamalidin Novardianto dari DR J Cycling Team.
Etape dua pada Selasa (23/7), dimenangkan oleh peserta balap Martin Laas dari Ferei Quick-Panda Podium Mongolia Team.
Para peserta balap menyusuri rute yang mana relatif datar serta satu tanjakan (king of mountain/KoM) sejauh 153 kilometer, dimulai dari Pantai Pancur, Taman Nasional Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, lalu finis di Kantor Kepala Daerah Banyuwangi.
Pembalap dengan syarat Estonia itu berubah menjadi yang mana tercepat dengan catatan waktu 3 jam 20 menit 46 detik (3:20:46) setelahnya beradu kecepatan dengan atlet sepeda M Izzat Abdul Halil dari Negara Malaysia Pro Cycling yang dimaksud menduduki kedudukan kedua, dihadiri oleh peserta balap Tery Yudha Kusuma dari Kelapa Gading Bikers (Indonesia).
Sementara pada etape pertama pada Hari Senin (22/7), peserta balap Ryan Cavanagh dari Kinan Racing Team Negeri Sakura mengawali bermetamorfosis menjadi yang tercepat kompetisi balap kendaraan beroda dua ITdBI 2024.
Pada etape pertama mengambil start dari SMKN 2 Tegalsari kemudian finis ke kantor Pemkab Banyuwangi sejauh 136,2 kilometer, serta Ryan Cavanagh yang digunakan merupakan rider dengan syarat Australia, itu berubah menjadi yang digunakan tercepat tiba dalam finis dengan catatan waktu 2 jam 45 menit 12 detik (02:45:12).
Ryan Cavanagh menjadi tercepat lalu berhak berhadapan dengan Ijen Sulfur Jersey (Yellow Jersey) sebagai tanda pimpinan balapan, setelahnya menang adu sprint dengan atlet sepeda Boris Clark dari St George Continental Cycling Team Australia, yang mana menduduki sikap kedua.
Pembalap Boris Clark menduduki tempat kedua dengan catatan waktu 2 jam 45 menit 19 detik (2:45:19) atau hanya saja selisih tujuh detik.
Disusul tempat ketiga, yakni Muh Imam Arifin dari Nusantara Cycling Team Indonesia, catatan waktunya adalah 2 jam 45 menit 24 detik (2:45:24).
Artikel ini disadur dari Pembalap ITdBI 2024 hadapi tanjakan ekstrem di etape terakhir


