Bisnis

Edisi Khusus 10 Tahun Pemerintahan Jokowi: Satu Dasawarsa Perjalanan Rupiah, Pandemi penyebaran virus Corona Gebuk Kurs

Jakarta – MENJELANG Joko Widodo lengser pada periode kedua kekuasaannya, 20 Oktober nanti, kami memutuskan untuk memeriksa janji-janjinya, meninjau apa yang dimaksud telah terjadi ia perbuat, dan juga menyajikannya di sebuah edisi khusus. Edisi khusus 10 Tahun Jokowi ini terbit untuk memperingati penetapan Komisi Pemilihan Umum menghadapi kemenangan Jokowi pada pemilihan presiden 2014 pada 22 Juli. Mulai hari ini serta besok, Tempo.co akan menurunkan Edisi Khusus 10 Tahun Pemerintahan Jokowi.

Joko Widodo atau Jokowi mulai duduk ke Istana Kepresidenan pada 20 Oktober 2014. Ketika itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Negeri Paman Sam berada dalam kisaran Mata Uang Rupiah 12.030. Sementara nilai tukar rupiah yang disepakati pada asumsi dasar ekonomi makro Anggaran Pendapatan lalu Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014 adalah Simbol Rupiah 11.600. 

Laporan Keuangan pemerintahan Pusat (LKPP) mencatat, per 31 Desember 2014, nilai tukar rupiah ke level Simbol Rupiah 12.440. Rata-ratanya sepanjang tahun adalah Rupiah 11.878 per dolar AS. Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI), ada dua faktor yang memengaruhi pelemahan rupiah pada 2014. 

“Federal Open Market Committee (FOMC) yang mana patient lalu ekspektasi Fed Fund Rate (FFR) tahun 2015, dan juga perasaan khawatir krisis Yunani,” kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter serta Aset Sekuritas Bank Negara Indonesia (BI) Edi Susianto pada Kamis, 26 Juli 2024.

Seiring berjalannya waktu, rupiah masih menunjukkan tren pelemahan. Selama lima tahun pertama pemerintahan Jokowi, rupiah melemah hingga dua digit. Sejak 31 Oktober 2014 hingga 31 Oktober 2019, Edi mengungkapkan, rupiah terdepresiasi 13,93 persen. 

Terhitung 20 Oktober 2019, Jokowi kembali duduk sebagai warga nomor satu ke Indonesia. pemerintahan mematok nilai tukar rupiah pada asumsi dasar makro APBN 2020 dengan optimisme yang mana tinggi, pada kisaran Simbol Rupiah 14.400 per dolar AS. Namun, optimisme itu digebuk oleh pandemi wabah Covid-19 yang dimaksud masuk ke Indonesi pada Maret 2020. Kuantitas tukar rupiah pun terpukul, hingga mencapai titik terlemahnya di dalam level Mata Uang Rupiah 16.741 per dolar AS. 

Pelemahan rupiah kali ini merupakan yang mana terendah sejak krisis tahun 1998, dipicu perasaan khawatir investor. Penguasaan rupiah mulai terlihat pada kuartal II serta melakukan aksi dinamis. Menjelang akhir tahun, rupiah bertengger dalam level Rupiah 14.105 per dolar AS. Sepanjang tahun 2020 itu, rata-rata nilai tukar rupiah tercatat Rupiah 14.577 per dolar AS, sedikit lebih banyak tinggi daripada asumsi dasar makro. 

Pasca pandemi, rupiah cenderung terus melemah. Kuantitas tukar rupiah hampir setiap saat berada di melawan asumsi dasar ekonomi makro APBN. Bahkan rupiah sempat menyentuh Simbol Rupiah 16.475 per dolar AS. Sementara di APBN 2024, pemerintah kemudian Dewan Perwakilan Rakyat menyepakati asumsi nilai tukar rupiah pada level Simbol Rupiah 15 ribu per dolar AS.

Pada 20 Juni 2024, Presiden Jokowi memanggil anggota Komite Kelancaran Sistem Keuangan (KSSK) ke Istana Kepresidenan, tak lain sebab pelemahan rupiah ini. Ada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Sektor Perekonomian Airlangga Hartarto, Pengelola BI Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Purbaya Yudhi Sadewa, dan juga Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar. 

Sejak memasuki periode kedua Jokowi hingga 24 Juli 2024, rupiah sudah melemah sekitar 12,3 persen. Edi menuturkan, hampir semua mata uang pangsa negara berprogres atau emerging market memang sebenarnya mengalami tren pelemahan. “Mata uang emerging market, khususnya rupiah, berbagai disebabkan oleh sentimen global, di dalam sedang sebetulnya fundamental dunia usaha Indonesi yang tersebut cukup baik,” tutur dia.

Bila disigi berdasarkan kelompok emerging market, pelemahan nilai tukar rupiah sejak Oktober 2019 hingga 24 Juli 2024 memang sebenarnya masih unggul dibandingkan beberapa orang negara lain. Di bawah rupiah, ada mata uang won Korea Selatan yang tersebut terdepresiasi 13,49 persen. Rupee India melemah 15,07 persen, baht Thailand 15,24 persen, juga rubel Rusia melemah 25,77 persen. Sementara itu, lira Turki terdepresiasi 82,58 persen, bahkan peso Argentina tertekan hingga 93,78 persen. 

Menurut Direktur Next Policy Yusuf Wibisono, akar permasalahan dari pelemahan rupiah yang mana persisten adalah defisit pasokan valuta asing atau valas, yang tersebut tecermin pada operasi berjalan. Kebutuhan valas yang digunakan sangat besar didominasi oleh keinginan untuk impor barang, pembayaran pendapatan primer teristimewa bunga utang lalu repatriasi keuntungan, juga pembayaran tagihan utang luar negeri. 

Di sisi lain, pasokan valas yang digunakan berasal dari ekspor barang juga penerimaan pendapatan primer selalu lebih besar rendah dibandingkan dengan kebutuhan. Yusuf menilai, pelemahan rupiah pada 10 tahun era Presiden Jokowi mencerminkan kelemahan internal perekonomian Indonesia. 

“Ketergantungan yang makin lebih tinggi terhadap impor, ekspor yang sangat bergantung pada komoditas dengan biaya fluktuatif, rendahnya pendalaman lapangan usaha nasional serta lemahnya ekspor manufaktur,” kata ekonom yang dimaksud pada Selasa, 23 Juli 2024.

Selain itu, menurut Yusuf, dominasi modal asing kemudian ketergantungan terhadap utang luar negeri yang tersebut semakin tinggi juga sangat berpengaruh. 

ANNISA FEBIOLA | DANIEL A FAJRI

Artikel ini disadur dari Edisi Khusus 10 Tahun Pemerintahan Jokowi: Satu Dasawarsa Perjalanan Rupiah, Pandemi Covid-19 Gebuk Kurs

Related Articles

Back to top button