Olahraga

Amuk Guido Vianello Hentikan Arslanbek Makhmudov yang digunakan Bermata Satu pada Ronde 8

Petinju Guido Vianello menghentikan Arslanbek Makhmudov yang tersebut bermata satu di area ronde 8 dengan kemenangan terbaik di kariernya. Itu tiada mudah – pada berbagai cara – namun Guido Vianello mengambil langkah signifikan pada pertarungan kelas berat dalam Quebec City, Kanada, Mingguan (18/8/2024) pagi WIB.

Guido mengungguli Arslanbek Makhmudov yang digunakan sedang tertatih-tatih, menghentikan mata kiri raksasa Rusia itu dan juga meyakinkan pasukan medis di area pinggir ring untuk merekomendasikan penghentian pada ronde kedelapan. Pembengkakan mata itu dimulai pada ronde ketiga, menyerang mata Makhmudov dari bawah, kemudian pada ronde ketujuh, kehancuran itu mulai menjalar ke dahinya.

Setelah membiarkan Makhmudov menyeberangi pemeriksaan beberapa kali dengan menghitung jari, dokter akhirnya merasa cukup, dan juga wasit Albert Padulo Jr. secara resmi menghentikan laga melawan sarannya.

Walau datang dengan kekalahan, Vianello (13-2-1, 11 KO) berkompetisi sejak awal dengan keyakinan tinggi – dapat dimengerti oleh sebab itu ia melampaui ekspektasi sebagian besar pengamat ketika kalah nomor terbelah, split decision, dari Efe Ajagba pada bulan April lalu.

Di sisi lain, Makhmudov, yang baru dua kali berkompetisi pasca kekalahan sebelumnya, melalui penghentian pada ronde keempat dari Agit Kabayel bulan Desember lalu, tampil lamban juga kaku, lalu tidaklah pernah dapat menemukan jalurnya pada laga pendukung utama di area bawah pertandingan utama Christian Mbilli vs Sergiy Derevyanchenko di tempat Centre Videotron.

Vianello meraih kemenangan tiap ronde pada laga antara dua raksasa setinggi 1,82 meter ini, dimana tak satu pun dari ronde-ronde yang disebutkan yang membutuhkan perdebatan untuk menentukan kemenangan. Petinju Italia ini menggunakan kakinya juga melakukan outboxing melawan Makhmudov (19-2, 18 KO) sejak awal, memadukan serangannya dan juga menjaga jarak.

Vianello membuatnya terlihat mudah – kemudian pada waktu mata Makhmudov mulai membengkak pada ronde ketiga, laga ini menjadi lebih besar mudah. Strategi Makhmudov adalah untuk mencoba menyerang Vianello, namun “The Gladiator” tetap saja bergerak dengan cerdas ke sisi kanannya, melontarkan pukulan yang tersebut tak terduga oleh petinju dengan syarat Rusia yang mana tinggal di area Montreal itu.

Pada ronde kelima, walau Vianello menderita luka akibat benturan di dalam kepala, Makhmudov semakin mengamati ke arah pojok ring, seolah mencari penyelamatan, dikarenakan penglihatannya semakin memburuk. Sebuah uppercut kanan ke arah mata nampak mengganggu Makhmudov pada ronde keenam, serta aksi ini menjadi semakin buruk dengan adanya pembengkakan tersebut, dengan peringatan serius berulang kali bagi keduanya untuk bermain kasar di kedudukan clinch.

Padulo mengempiskan poin Makhmudov pada ronde keenam ketika ia menggalakkan Vianello dengan lengan bawahnya. Makhmudov nampak siap untuk menyerah pasca Vianello yang dimaksud miliki pukulan yang tersebut cukup cepat menghantamnya dengan kombinasi empat pukulan pada akhir ronde.

Pada ronde ketujuh, Vianello mencetak sebuah knockdown yang mana gagal diantisipasi oleh Padulo, dimana sarung tangan Makhmudov terlihat jelas menyentuh kanvas. Sebuah kombinasi tinju kanan-kiri segera menggoyahkan Makhmudov ke arah tali ring, juga hampir semua orang menyadari bahwa laga ini tidaklah dapat dilanjutkan.

Walau Makhmudov masih dapat menghitung dengan baik ketika waktu istirahat pada ronde kedelapan, sang dokter akhirnya menyadari apa yang tersebut harus dilakukannya. Apa pun pemulihan fisik yang tersebut dijalankan Makhmudov, persepsi tentang dirinya sebagai penantang kelas berat kelihatannya bukan akan kembali.

Related Articles

Back to top button