Bisnis

Waskita Karya Kepercayaan Tingkatkan Kemampuan Operasional

JAKARTA – PT Waskita Karya (Persero) Tbk meraih penghargaan Indonesia’s Biggest Companies untuk kategori Infrastructures di Fortune Indonesia 100 Gala 2024. Ajang yang digunakan menghimpun 100 perusahaan terbaik di dalam Tanah Air itu diselenggarakan di tempat DKI Jakarta pada hari terakhir pekan lalu (6/9/2024).

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, pencapaian itu menjadi landasan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja operasional. Apalagi, kata dia, Waskita Karya baru hanya mendapat persetujuan restrukturisasi dari 21 kreditur perbankan terkait penyempurnaan berhadapan dengan Master Restructuring Agreement (MRA) 2021 dengan nilai outstanding mencapai Simbol Rupiah 26,3 triliun.

Perseroan, lanjut dia, juga mendapat persetujuan Pokok Perubahan Perjanjian infrastruktur Kredit Modal Kerja Penjaminan (KMKP) yang dimaksud dijalankan oleh lima kreditur perbankan. Dengan total nilai outstanding sebesar Simbol Rupiah 5,2 triliun.

“Penghargaan ini menjadi pemacu Waskita di mencapai kestabilan keuangan sekaligus melanjutkan inisiatif transformasi. Kami pun berikrar menjalankan usaha secara berkelanjutan,” ujar Ermy di keterangan resmi, Hari Minggu (8/9/2024).

Dalam daftar itu, Fortune Indonesia mencatat total pendapatan Waskita Karya sebesar Rupiah 10,9 triliun pada tahun lalu. Kemudian total asetnya sebesar Mata Uang Rupiah 95,6 triliun, dengan total karyawan sebanyak 2.631 jiwa, kemudian nilai ekuitasnya sebesar Mata Uang Rupiah 5,18 triliun.

Ke depannya, sambung Ermy, manajemen akan mengakselerasi laju penyehatan perseroan. Dengan begitu, perseroan bisa saja fokus mengerjakan berbagai proyek yang pada masa kini sedang dikerjakan.

“Waskita Karya telah lebih lanjut dari 63 tahun menjadi perusahaan kontraktor yang dimaksud berkontribusi signifikan terhadap konstruksi infrastruktur Indonesia. Beragam proyek telah dilakukan kami selesaikan,” tegas dia.

Baca Juga: 7 Jurusan S-1 Langka dalam Indonesia, Incaran Perusahaan Multinasional hingga BUMN?

Ermy menambahkan, selama 10 tahun terakhir, perseroan telah dilakukan menyelesaikan pengerjaan 118 gedung, 47 jalan tol, 20 jalan nasional, 16 jembatan, 12 bendungan, dan juga 24 infrastruktur lainnya. Bahkan, kata dia, tahun ini ada banyak proyek yang tersebut sudah ada diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada antaranya Jalan Tol Cimanggis-Cibitung, Bendungan Margatiga, lalu Bendungan Leuwikeris.

“Ke depannya, manajemen Waskita berjanji memulihkan Waskita ke core business sebagai kontraktor murni. Perusahaan juga akan menerapkan tata kelola yang baik atau Good Corporate Governance (GCG), termasuk mengedepankan integritas, akuntabilitas, dan juga transparansi,” tuturnya.

Baca Juga: Dividen BUMN Naik Rp90 Triliun, Sri Mulyani Revisi Target PNBP 2025

Sebagai informasi, dalam sedang proses restrukturisasi yang tersebut terus berjalan, perseroan tetap memperlihatkan mengantongi pendapatan sebesar Simbol Rupiah 4,47 triliun pada kuartal II 2024. Kemudian kinerja Gross Profit Margin (GPM) Waskita naik menjadi 13,3 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dari sebelumnya 8,8 persen.

Perlu diketahui, perusahaan yang tersebut masuk ke di daftar Fortune Indonesia 100 harus merilis laporan keuangan yang dimaksud telah terjadi diaudit. Jangka waktu audit yang dimaksud maksimal sampai 30 Juni 2024.

Related Articles

Back to top button