Olahraga

Kapan kemudian Bagaimana Saul Canelo Alvarez Jadi Bintang Tinju Terbesar?

Kapan kemudian bagaimana Saul Canelo Alvarez hingga menjadi bintang tinju terbesar? Mencoba menelusuri kembali titik ketika individu pemuda Meksiko berambut merah mengoleksi penghargaan Face of Boxing bukanlah tugas yang mudah.

Karena ada beberapa perhentian, awal yang mana salah, kemudian pelajaran di area sepanjang jalan bagi Saul Canelo Alvarez, petinju ikonik berusia 34 tahun yang mana telah lama menjadi, pasca Floyd Mayweather lalu Manny Pacquiao, pembangkit tenaga listrik keuangan yang digunakan menjulang tinggi di olahraga ini.

Dia secara teratur masuk di daftar orang kaya, memanggil hampir semua orang dan, kemungkinan besar sebagai pelajaran yang digunakan diturunkan dari Mayweather (dan bukanlah satu-satunya), ia mengklaim mendapat bagian 80 persen dari semua yang mana dijual pada tempat pertarungan, mulai dari barang dagangan hingga minuman soda juga makanan ringan.

Memulai perjalanan profesionalnya di area usia 15 tahun, bahkan Canelo tak akan pernah membayangkan betapa besar kesuksesannya. Namun, untuk sementara waktu, hal itu tampaknya sudah ada tertulis, teristimewa pasca persatuannya yang digunakan relatif dini dengan Oscar De La Hoya, yang dimaksud mempresentasikannya terhadap media tinju Inggris di area Las Vegas pada akhir pekan di dalam sekitar tahun 2009 yang mengklaim bahwa Canelo akan “menjadi yang mana berikutnya” di sebuah barisan yang tersebut dapat ditelusuri kembali ke Oscar, Julio Cesar Chavez, juga lebih banyak sangat jauh lagi ke belakang pada sejarah panjang para petinju Hispanik.

Tentu saja, Canelo segera menjadi pusat perhatian pada pertarungan-pertarungan utama, namun ia mendapatkan kesempatan untuk tampil pada pertandingan undercard Floyd Mayweather, dengan Mayweather berjuang tinju melawan Shane Mosley serta Miguel Cotto; bukan lama kemudian, Canelo sendiri mengalahkan Mosley (pada undercard Mayweather) lalu kemudian Cotto.

Sebelum beliau sampai di area sana, Canelo bertarung melawan Mayweather sendiri pada tahun 2013 sebagai puncak dari minggu pertarungan yang digunakan luar biasa dalam Las Vegas untuk sebuah pertunjukan yang tersebut dijuluki The One, yang tersebut menjadi pendahulu dari film blockbuster box office Mayweather melawan Pacquiao kemudian Conor McGregor.

Mayweather vs Canelo menciptakan sekitar USD150 jt di tempat Showtime lalu jual lebih tinggi dari 2 jt tiket. Mayweather melanjutkan apa yang digunakan ditinggalkan De La Hoya terhadap media Inggris empat tahun sebelumnya ketika ia menyatakan: “Saya semata-mata memiliki waktu 24 bulan lagi, lalu inilah orangnya.”

Dia mengacu pada Canelo, yang tersebut mengamati pertarungan melawan Floyd namun terlihat kebingungan dan juga kehabisan jawaban di dalam pertengahan ronde. Tentu saja, berbagai yang mana mengungkapkan bahwa kontes ini datang terlalu cepat bagi Canelo, bahwa kelas menengah lebih tinggi cocok untuk Mayweather, namun Canelo kebingungan, tersesat di labirin Mayweather di tempat MGM Grand.

Namun, ia muncul sebagai petarung yang dimaksud lebih besar lengkap pada hal pengalaman dan juga di waktu dua tahun ia telah terjadi melakukan apa yang digunakan diprediksi oleh Mayweather serta menjadi daya tarik terbesar pada olahraga ini. Pada tahun 2017 kemudian 2018, Canelo berhasil melintasi dua pertarungan sengit dengan Gennady Golovkin tanpa kekalahan serta dinyatakan positif menggunakan clenbuterol, menjalani larangan berlaga selama enam bulan dalam antara dua pertarungan dengan Golovkin – yang tersebut hanya saja berjarak satu tahun.

Related Articles

Back to top button