Nasional

Bandar Jaringan Internasional Kendalikan Peredaran Narkoba dari Lapas, Perputaran Uang Capai Rp2,1 T

JAKARTA – Bandar narkoba jaringan internasional Hendra Sabarudin (HS) mengendalikan peredaran gelap narkoba dari pada Lapas Tarakan Kelas II A. Diketahui, HS sudah pernah ditangkap pada 2020, dan juga divonis hukuman mati.

Namun, hukuman Hendra dikorting menjadi 14 tahun pasca melakukan upaya hukum. HS juga telah terjadi menjalani bidang usaha haramnya sejak 2017, dengan total perputaran uang mencapai Rp2,1 triliun, termasuk hasil jualan dari pada lapas.

Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada menjelaskan, uang hasil peredaran gelap narkoba itu diberikan HS terhadap komplotannya untuk disamarkan ke pada aset bergerak maupun bukan bergerak.

“Sebagian uang yang didapatkan dari hasil perdagangan narkoba ini digunakan untuk membeli aset-aset narkoba yang dimaksud sudah ada bisa saja kita sita itu sekitar nilainya Rp221 miliar,” kata Wahyu Widada di dalam Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Rabu (18/9/2024).

Wahyu menegaskan, pihaknya berhasil menyita seluruh aset senilai Rp221 miliar milik bandar narkoba kelas kakap itu.

Berikut rinciannya:

1. 21 Kendaraan Roda Empat
2. 28 Kendaraan Roda Dua
3. 5 Kendaraan Laut (1 Speed Boat, 4 Kapal)
4. 2 Kendaraan Jenis ATV
5. 44 Tanah serta Bangunan
6. 2 Jam Tangan Mewah
7. Uang Tunai Rp1,2 miliar
8. Deposito Standard Chartered sebesar Rp500 juta.

Related Articles

Back to top button