Sekda Bali nilai harus selektif beri izin WNA buntut tindakan hukum bule PSK

Denpasar – Sekretaris Daerah (Sekda) Bali Dewa Made Indra turut memberi tanggapan berhadapan dengan munculnya ulah baru beberapa jumlah warga negara asing (WNA) yaitu berubah jadi pekerja seks komersil (PSK).
“Teman-teman di imigrasi pasti punya evaluasi, artinya dengan kejadian ini maka akan berubah menjadi hati-hati semakin selektif, harus dicek dulu,” kata beliau ke Denpasar, Selasa.
Imigrasi menangkap WNA Rusia AA (32) serta NP (26) di dalam vila di dalam area Seminyak, pada mana salah satunya mengantongi izin tinggal investor, kemudian WNA negara Ukraina VR (23) yang tersebut menyebabkan konten pornografi di dalam vila Ubud, yang digunakan mengantongi visa investor.
“Ini menjadi pelajaran bagi instansi yang tersebut mengeluarkan paspor dan juga visa-nya,” ujar Sekda Bali.
Menurut dia, WNA yang memanfaatkan Bali untuk pekerjaan seksual ini telah lama mengotori pariwisata Bali, ia setuju dengan tindakan penegak hukum mengeluarkan bule-bule yang disebutkan dari Bali.
“Itu adalah hal-hal yang mengotori pariwisata kita, maka tindakan tegas dari imigrasi, tindakan tegas dari aparat penegak hukum kita harus apresiasi kemudian kita harus dukung, kemungkinan besar masih ada lagi ayo lah teman-teman yang dimaksud tahu angkat (isu) itu, supaya kotoran pariwisata kita itu mampu dicabut semuanya,” kata birokrat nomor satu di dalam Pemprov Bali itu.
Ia mengkaji munculnya WNA berulah ini dikarenakan pariwisata Bali yang dimaksud dimasuki penduduk internasional yang mana beraneka ragam, mulai dari kelas atas, menengah, hingga bawah.
Pemprov Bali menerima diperkenalkan dia yang memang benar legal juga mengakibatkan kesempatan kegiatan ekonomi bagi masyarakat, namun yang dimaksud sebaliknya sulit dihindari apalagi merek menjalankan aksinya dengan terselubung.
“Jadi kalau hari ini ada persoalan hukum tiada diambil tindakan tegas, maka akan ada deretan-deretan tindakan lanjut, ini adalah risiko area kita sebagai tempat pariwisata, penduduk meninjau Bali ini sebagai lapangan kerja yang mana terbuka luas, kalau dimanfaatkan positif kan baik, tapi kalau yang mana begini, adalah hal-hal yang dimaksud mengotori pariwisata,” ujarnya
Artikel ini disadur dari Sekda Bali nilai harus selektif beri izin WNA buntut kasus bule PSK


