Lifestyle

Apa itu kelainan seksual kemudian ciri-cirinya

DKI Jakarta – Kelainan seksual atau dikenal juga dengan istilah parafilia merupakan keadaan di dalam mana seseorang mengalami ketertarikan seksual yang tersebut tiada biasa, menyimpang, atau melibatkan objek, situasi, atau aktivitas yang dianggap tiada lazim oleh norma masyarakat.

Para ahli menjelaskan bahwa parafilia mencakup beragam jenis, mulai dari fetish hingga perilaku ekstrem seperti sadomasokisme atau voyeurisme. Dalam globus medis, kelainan seksual dianggap masalah apabila perilaku yang disebutkan menyebabkan tekanan psikologis atau mengganggu fungsi sosial, pekerjaan, atau aspek penting hidup lainnya.

Seseorang dengan kelainan seksual dapat mengalami dorongan seksual yang sangat kuat dan juga terus-menerus, sehingga dapat mengganggu hidup pribadi juga warga lain, bahkan memiliki kemungkinan menyebabkan kesulitan hukum.

Penyebab kelainan seksual belum dapat dipastikan, namun beberapa unsur yang tersebut diduga muncul oleh sebab itu antara lain pada bawah ini, mengutip psychiatry.org dan sumber-sumber lain:

  1. Pengalaman traumatis pada masa kecil, seperti pelecehan seksual yang tersebut berulang.
  2. Tumbuh pada keluarga yang dimaksud tiada harmonis, seperti banyak menyaksikan pertengkaran pendatang tua atau kekurangan kasih sayang.
  3. Gangguan mental, satu di antaranya kepribadian antisosial, kelainan narsistik, atau obsessive-compulsive disorder (OCD).
  4. Tidak sengaja mengawasi warga tua berhubungan seksual pada masa kanak-kanak.

Pengertian kelainan seksual menurut American Psychiatric Association (APA), kelainan seksual diartikan sebagai kelainan seksual yang digunakan memulai perilaku yang tersebut tiada biasa pada aktivitas seksual, yang dimaksud dapat mengakibatkan seseorang atau khalayak lain terlibat pada situasi yang tersebut tidak ada nyaman, berbahaya, atau melanggar norma sosial kemudian hukum.

Secara umum, kelainan seksual dibagi berubah jadi beberapa kategori, ke antaranya:

1. Fetishisme

Ketertarikan seksual terhadap objek tertentu, seperti pakaian, sepatu, atau benda meninggal lainnya.

2. Ekshibisionisme

Kecenderungan untuk memamerkan alat kelamin untuk pendatang lain tanpa persetujuan mereka.

3. Voyeurisme
​​​​​​​

Kesenangan di mengintip khalayak lain yang digunakan sedang telanjang atau beraktivitas seksual tanpa sepengetahuan mereka.

4. Pedofilia
​​​​​​​

Ketertarikan seksual terhadap anak-anak yang tersebut belum memasuki usia dewasa.

Ciri-ciri kelainan seksual

Seseorang yang mana mengalami kelainan seksual rutin kali menunjukkan perilaku tertentu yang tersebut mampu dikenali. Berikut beberapa ciri-ciri umum yang dimaksud dapat diidentifikasi:

1. Perilaku yang digunakan berulang

Orang dengan kelainan seksual biasanya memiliki dorongan atau fantasi yang digunakan berulang tentang objek atau aktivitas yang dimaksud menyimpang dari norma.

2. Distress atau masalah mental

Perilaku yang disebutkan menyebabkan tekanan mental atau kesulitan di menjalani hidup sehari-hari. Misalnya, individu merasa malu, cemas, atau tertekan akibat dorongan tersebut.

3. Ketidakmampuan mengendalikan dorongan

Mereka mungkin saja merasa bukan mampu mengendalikan dorongan seksual yang dimaksud tidaklah biasa, yang dimaksud pada akhirnya menyebabkan tindakan yang mana melanggar etika atau hukum.

4. Melibatkan khalayak lain tanpa persetujuan

Beberapa kelainan seksual, seperti voyeurisme atau ekshibisionisme, rutin kali melibatkan warga lain tanpa persetujuan mereka, yang digunakan dapat memunculkan bahaya atau pelanggaran hak privasi.

Penanganan kelainan seksual dapat dijalankan melalui terapi yang mana tepat. Salah satu pendekatan yang tersebut banyak digunakan adalah terapi perilaku kognitif, yang dimaksud bertujuan membantu individu mengenali serta mengubah pola pikir dan juga perilaku yang dimaksud tidak ada sehat. Selain itu, obat juga bisa saja digunakan untuk menekan dorongan seksual yang digunakan berlebihan.

Dokter atau psikolog biasanya mendiagnosis kelainan seksual berdasarkan riwayat perilaku pasien dan juga dampaknya terhadap hidup sosial kemudian mental. Dengan penanganan yang tersebut tepat, situasi ini dapat dikendalikan, memungkinkan penderita menjalani hidup yang digunakan lebih banyak baik juga produktif.

Artikel ini disadur dari Apa itu kelainan seksual dan ciri-cirinya

Related Articles

Back to top button