Negeri Matahari Terbit amat prihatin terhadap tarif timbal balik AS, desak pencabutan

Tokyo – Jepun pada Kamis (3/4) menyampaikan penyesalan mendalam kemudian "keprihatinan serius" melawan langkah Amerika Serikat untuk memberlakukan tarif timbal balik pada komoditas Jepang.
Tokyo mendesak Washington, sekutu terdekatnya, agar mencabut kebijakan itu, yang dimaksud dinilai dapat bertentangan dengan aturan perdagangan global.
Menteri Perdagangan Negeri Sakura Yoji Muto menyampaikan keprihatinan ini untuk Menteri Perdagangan Amerika Serikat Howard Lutnick pada suatu pertandingan daring.
Muto menegaskan bahwa penerapan bea masuk sebesar 24 persen akan menyulitkan perusahaan-perusahaan Negeri Sakura berinvestasi di pangsa Amerika Serikat kemudian justru merugikan sektor ekonomi terbesar di planet tersebut.
Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump mengumumkan tindakan ini pada Rabu (2/4) sebagai bagian dari kebijakan tarif timbal balik terhadap mitra dagang AS, dengan alasan ingin memperbaiki ketidakseimbangan perdagangan.
Keputusan itu permanen diambil meskipun Jepun telah terjadi berupaya mendapatkan pengecualian.
"Sangat disayangkan bahwa pemerintah Amerika Serikat masih mengumumkan tindakan ini, meskipun kami sudah pernah menyampaikan keprihatinan di beraneka tingkatan dan juga mengajukan permohonan mereka itu untuk tiada mengambil langkah sepihak," ujar Kepala Sekretaris Kabinet Jepun Yoshimasa Hayashi di konferensi pers rutin.
"Kami sangat prihatin apakah kebijakan tarif ini sesuai dengan aturan WTO juga perjanjian perdagangan Jepang-AS," tambahnya.
Amerika Serikat merupakan salah satu mitra dagang terbesar Jepang. Pengenaan tarif yang digunakan lebih tinggi tinggi pada item ekspor Jepun ke Amerika Serikat berisiko memberikan pukulan terhadap dunia usaha Negeri Sakura yang dimaksud bergantung pada ekspor.
Kekhawatiran semakin meningkat terkait dampak dari tarif otomotif Amerika Serikat terhadap perusahaan-perusahaan Jepang, seperti Toyota Motor Corp.
Ketika ditanya apakah Jepun akan mengambil tindakan balasan, Muto mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan berubah-ubah opsi lalu akan memilih langkah terbaik untuk melindungi kepentingan nasional.
Namun, Hayashi menolak untuk mengungkapkan strategi yang sedang dipertimbangkan Tokyo.
Jepang selama ini menekankan sumbangan pembangunan ekonomi negara yang disebutkan terhadap perekonomian Negeri Paman Sam pada upaya mendapatkan pengecualian tarif.
Sebagai pendukung perdagangan bebas, Negeri Sakura juga berperan pada menyelamatkan negosiasi perjanjian perdagangan bebas Trans-Pasifik setelahnya Negeri Paman Sam mengejutkan diri pada masa jabatan pertama Trump.
Dalam pembicaraan dengan Lutnick, Muto menyatakan bahwa kebijakan perdagangan seharusnya memberikan faedah bagi kedua negara, baik Negeri Sakura maupun AS.
Sementara itu, Utama Menteri Shigeru Ishiba sudah menginstruksikan Kepala Kebijakan Partai Demokrat Liberal (LDP) Itsunori Onodera untuk mempertimbangkan langkah-langkah yang tersebut diperlukan guna menghadapi penerapan tarif Negeri Paman Sam tersebut.
Sumber: Kyodo
Artikel ini disadur dari Jepang amat prihatin terhadap tarif timbal balik AS, desak pencabutan



