Potong kuku waktu malam hari, bolehkah?

Ibukota Indonesia – Dalam Islam, memotong kuku merupakan sunnah bermetamorfosis menjadi sesuatu yang digunakan diperhatikan bagi umat Islam. Namun, kerap kali muncul pertanyaan mengenai boleh atau tidaknya potong kuku pada waktu di malam hari hari.
Lantas, bolehkah memotong kuku waktu malam hari?
Islam sudah mengkategorikan perkara memotong kuku termasuk pada perkara fitrah. Hal ini sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah SAW di hadits yang digunakan diriwayatkan Bukhari dan juga Muslim, bahwa perkara fitrah ada lima, yakni berkhitan (sunat), mencukur bulu kemaluan, menggunting kumis, menggunting kuku lalu mencabut bulu ketiak.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Barang siapa yang digunakan memotong kukunya dengan cara bukan berurutan atau secara berlawanan, maka tak akan mengalami sakit mata" (HR Ibnu Qudaamah).
Dalam Islam, hukum potong kuku di malam hari hari diperbolehkan dan juga tidak ada ada larangan yang dimaksud secara khusus mengaturnya.
Namun, potong kuku ketika waktu malam hari tiada diperbolehkan untuk mengelakkan musibah. Sebab memotong kuku pada di malam hari hari minim penerangan dapat mengakibatkan risiko cedera seperti melukai jari dan juga mungkin berdarah, sehingga menyebabkan perasaan khawatir akan berjalan musibah.
Waktu pemotongan kuku menurut ulama sebaiknya dijalankan pada hari Hari Jumat sebelum berangkat menunaikan shalat Jumat, Kamis, atau Hari Senin juga disunahkan juga mencuci ujung jari pasca memotong kuku.
Hal ini menurut kitab Hasyiyatul Jamal yang digunakan ditulis oleh Sulaiman Al-Jamal: “Disunahkan mencuci ujung-ujung jari setelahnya dipotong kukunya lantaran ada yang dimaksud memaparkan bahwa menggaruk-garuk sebelum dicuci akan menyebabkan penyakit kusta. Yang utama memotong kuku diwujudkan pada hari Jumat, Kamis atau Senin,” (Lihat Sulaiman Al-Jamal, Hasyiyatul Jamal, Beirut-Dar al-Fikr, juz III, halaman 361).
Artikel ini disadur dari Potong kuku malam hari, bolehkah?



