Toyota Akan Maksimalkan Teknologi Security Siber pada Kendaraan

TOKYO – Lusinan perusahaan Negeri Sakura termasuk Toyota Motor dan Hitachi berkolaborasi di inisiatif bidang untuk meningkatkan keamanan siber pada mobil.
Ke-116 perusahaan, yang digunakan tergabung pada Pusat Pembagian dan juga Analisis Pengetahuan Otomotif Jepang, sedang berupaya merumuskan peraturan lapangan usaha mengenai Software Bills of Materials (SBOM), atau inventaris yang mencantumkan komponen pada perangkat lunak otomotif.
Seperti dilansir dari Asia Nikkei, J-Auto-ISAC berencana untuk menyelesaikan standar pada bulan Maret untuk membantu perusahaan dengan cepat menentukan apakah merekan menggunakan acara yang rentan terhadap serangan dunia maya.
Di Negeri Matahari Terbit serta Eropa, langkah-langkah keselamatan mobil berdasarkan standar Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah wajib.
Banyak produsen mobil besar bekerja serupa dengan pemasok untuk menciptakan perangkat lunak internal.
Namun tren ini telah terjadi menyebabkan munculnya SBOM yang dimaksud berbeda berdasarkan perusahaan.
Program yang tersebut sejenis dapat diklasifikasikan atau diberi nama yang dimaksud berbeda di tempat setiap rancangan undang-undang, sehingga sulit untuk menentukan komponen mana yang digunakan menggunakan acara yang tersebut rentan.
Pendorong upaya standarisasi inventaris ini adalah menjamurnya mobil yang dimaksud dilengkapi konektivitas tertaut internet untuk mengurus data kendaraan dan juga memberikan bantuan mengemudi.
Tesla kemudian produsen mobil China mengatur di kendaraan dengan layanan yang disebutkan dengan model kegiatan bisnis berbasis langganan yang digunakan didorong oleh pembaruan perangkat lunak yang tersebut sering.




