Ditemukan di Australia, Katak Biru Ini adalah Diduga Alami Mutasi Gen yang mana Langka
Jakarta – Seekor katak biru langka yang digunakan ditemukan dalam wilayah Kimberley, Australia Barat, telah lama mengejutkan para peneliti. Diduga, warnanya yang tersebut tidak ada biasa itu akibat mutasi gen yang menyebabkan katak ini kehilangan pigmen kulitnya yang digunakan tertentu.
Seperti namanya, katak pohon yang agung (Litoria splendida) sudah ada lebih besar dulu dikenal sebagai satwa yang spektakuler. Jadi, saat Jake Barker dari Charnley River-Artesian Range Wildlife Sanctuary, Australian Wildlife Conservancy, mengawasi spesimennya yang digunakan berwarna biru cerah di melawan bangku dalam sebuah bengkel pada April lalu, ia pun terkejut.
Satwa amfibi ini normalnya berwarna hijau, yang mana mana adalah warna yang digunakan umum pula untuk jenis katak pohon. Warna hijau ini diyakini menjadi alat kamuflase untuk mereka.
“Saat pertama melihatnya saya dapat segera tahu kalau ini langka,” kata Barker. Dia menambahkan, “Jarang sekali Anda bisa jadi mengamati sekor katak biru.”
Sejak yang tersebut pertama itu, Barker mengaku sudah pernah mengamati katak biru dari jenis yang dimaksud sejenis beberapa kali. Namun beliau mengaku tidaklah menangkapnya untuk diteliti.
“Terlalu cantik lalu terlalu unik serta terlalu sayang untuk merenggutnya dari habitat alaminya,” kata dia. “Kami tak akan mengganggu hidupnya juga berharap sanggup melihatnya lebih tinggi banyak pada masa depan.”
Jodi Rowley dari Australian Museum ke Sydney mengungkapkan katak itu dapat jadi katak berwarna aneh yang dimaksud paling cantik yang digunakan belum pernah beliau lihat sebelumnya. “Dah saya sudah ada meninjau puluhan ribu katak,” katanya.
Katak pohon Litoria Splendida yang digunakan normal. Wikipedia
Dari foto-foto yang dilihatnya, Rowley memperkirakan katak itu berusia paling tidak ada 2-3 tahun. Umur spesiesnya diperkirakan sampai 20 tahun sehingga kemungkinan si katak biru masih akan mampu dilihat di dalam tempat sekitar itu untuk waktu yang dimaksud lama, kecuali beliau dimangsa predatornya.
Rowley menerangkan, warna lapisan kulit katak ditentukan oleh kombinasi tiga zat kimia yakni melanophora yang menyediakan warna hitam kemudian coklat; xantophora yang digunakan menyediakan pigmen kuning; kemudian iridophora yang mana merefleksikan warna biru.
Normalnya, Rowley menambahkan, pigmen ikterus kemudian biru berkombinasi menciptakan warna hijau. Pada si katak hijau diduga telah lama muncul mutasi yang dimaksud berarti beliau kehilangan pigmen ikterus kemudian yang mana biru mejadi lebih besar mendominasi.
“Biru sanggup jadi akan tampak lebih lanjut jelas bagi para predatornya,” kata Rowley, “Itu sebabnya kita bukan banyak mengawasi katak biru.”
NEW SCIENTIST
Artikel ini disadur dari Ditemukan di Australia, Katak Biru Ini Diduga Alami Mutasi Gen yang Langka


