Pertemuan 5 Warga NU dengan Presiden tanah Israel Isaac Herzog, Kritik Tajam dari Berbagai Penjuru
Jakarta – Sejumlah pihak mengecam berlangsungnya pertarungan pada pekan sesudah itu oleh lima pemukim Nahdliyin atau warga Nahdlatul Ulama (NU) dengan Presiden Israel, Isaac Herzog. Pertemuan itu diketahui lewat foto yang digunakan diedit dalam media sosial. Dalam postingan ini, terabadikan momen persamuhan sekelompok warga Indonesi dengan pimpinan Israel, dengan wajah-wajah tersenyum.
Motif perjumpaan dalam berada dalam memanasnya hubungan antara Hamas, Palestina-Israel yang dimaksud dipertanyakan. Pasalnya, Tanah Air bermetamorfosis menjadi salah satu pihak yang mana mengecam serangan negeri Israel ke Palestina serta memperkuat kemerdekaan bagi rakyat Jalur Kawasan Gaza dan juga Tepi Barat. Raut senyum sekelompok wajah Nusantara di perjumpaan itu dinilai tak etis pada sedang penderitaan rakyat Palestina akibat serangan Israel.
Berikut sebagian tanggapan dari bervariasi pihak terkait reuni oleh lima pemukim Nahdliyin dengan Presiden Israel.
1. Kementerian Luar Negeri
Kementerian Luar Negeri atau Kemenlu tak memberikan sejumlah komentar ihwal pertarungan oleh lima penduduk Nahdliyin dengan Presiden Israel. Juru bicara alias Jubir Kemenlu Roy Soemirat menegaskan, kunjungan lima warga NU itu bukan ada kaitannya dengan sikap eksekutif Indonesia.
“Kemlu tiada di tempat untuk memberikan komentar terkait kunjungan tersebut, yang mana memang benar tak terkait pada bentuk apapun dengan tempat resmi otoritas RI,” ujar Roy Soemirat, untuk wartawan, Senin, 15 Juli 2024.
2. Muhammadiyah
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas turut mengoreksi perjumpaan lima warga NU dengan Presiden Israel. Pihaknya menyentil bahwa orang-orang yang mana bermesraan dengan Israel, yang mana sedang melakukan genosida di Palestina, adalah khalayak yang kehilangan hati nurani dan juga tak punya rasa keadilan dan juga perikemanusiaan.
“Jika ada dari anak-anak bangsa ini yang digunakan bermesraan dengan negara Israel padahal negara zionis yang dimaksud kita tahu sudah pernah berbuat zalim serta aniaya terhadap rakyat Palestina, maka hal demikian merupakan pertanda merekan telah bukan punya hati nurani,” ujar Buya Anwar untuk wartawan, Senin, 15 Juli 2024.
3. Ahlulbait Nusantara (ABI)
Ketua Umum Ahlulbait Indonesia (ABI) Habib Zahir Yahya juga mencela keras kelompok yang mengaku sebagai cendekiawan Islam atau filosof yang tersebut berkunjung dan juga berdialog di dalam istana kepresidenan Israel. Menurutnya, dialog juga berdamai dengan entitas penjajah bukan masuk akal sebanding sekali.
Ia mengaku sangat menyesalkan kedatangan sekelompok oknum yang mengatasnamakan Islam ke Israel, yang tersebut justru melukai hati serta perasaan umat Islam juga seluruh bangsa merdeka. Saat Palestina, Iran, Irak, Yaman, Lebanon, juga Suriah berada dalam berjuang untuk membebaskan Palestina dari penjajahan, mereka itu malah datang untuk berdamai
“Ketika Palestina, Iran, Iraq, Yaman, Lebanon, kemudian Suriah berada dalam berjuang membebaskan Palestina dari penjajahan, merekan datang justru untuk berdamai, ini sangat kita sesali,” kata ia di rilis yang dimaksud diterima Tempo.co, Senin, 15 Juli 2024. “Hanya mimpi ke siang bolong apabila perdamaian tercapai dengan cara dialog atau dengan adu mulut dengan penjajah.”
4. DPR RI
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, Luqman Hakim mengaku kecewa melawan bertemunya lima penduduk warga NU dengan Presiden Israel. Pihaknya memandang pertandingan itu tidaklah elok dan juga cenderung melukai perasaan warga luas yang tersebut meyakini kemerdekaan adalah hak segala bangsa, sebagaimana diamanatkan di membuka UUD 1945.
“Saya tidaklah tahu apa tujuan mereka itu berlima pergi ke Israel. Tetapi pertarungan mereka itu dengan Presiden negeri Israel menurut saya tidaklah elok lalu mungkin melukai perasaan penduduk luas yang tersebut meyakini kemerdekaan adalah hak segala bangsa, satu di antaranya hak bangsa Palestina,” ujar Luqman untuk wartawan, Senin.
Luqman menegaskan tempat Tanah Air adalah membantu kemerdekaan Palestina. Dia memaparkan negeri Israel sudah pernah melakukan kejahatan kemanusiaan yang tersebut kudu dihentikan oleh internasional. Bukan cara berdialog, tetapi dengan pendekatan dukungan militer untuk Palestina sama-sama negara-negara lain ke dunia.
Pendekatan militer, kata dia, diperlukan di membantu Palestina oleh sebab itu menurutnya yang dimaksud berlangsung bukanlah hanya saja sebatas penjajahan tanah Israel terhadap rakyat Jalur Daerah Gaza dan juga Tepi Barat. Tetapi telah pada level genosida yang digunakan bertujuan memusnahkan bangsa Palestina dari muka bumi, dengan membunuh kaum perempuan kemudian anak-anak.
“Ya, negeri Israel sudah pernah melakukan kejahatan kemanusiaan yang mana harus segera dihentikan oleh masyarakat Internasional,” kata Luqman.
5. Penulis Tere Liye
Penulis terkenal Indonesia, Tere Liye alias Darwis juga menyampaikan kritik terhadap perjumpaan lima warga NU yang tersebut bertemu dengan Presiden Israel. Tere Liye menyatakan bahwa potret ini sangat menyakitkan bagi rakyat Negara Indonesia dan juga Nahdliyin, dan juga khususnya bagi warga Palestina yang digunakan ketika ini berada dalam dijajah oleh Israel.
“Pertemuan dengan Presiden negeri Israel ini sangat menyakitkan. Dan selalu, selalu, selalu, elit-elit NU ini punya argumen, pembenaran,” tulis Tere Liye ke akun Facebooknya pada Senin, 15 Juli 2024.
Menurut dia, seharusnya lima warga NU yang dimaksud dapat bercermin sebelum melakukan diplomasi. Ia menekankan bahwa sejumlah negara besar yang digunakan sebelumnya sudah gagal di upaya diplomasi antara tanah Israel lalu Palestina.
“Jika alasannya kamu mau mengajukan permohonan negeri Israel berhenti menjajah Palestina, mbok ya kamu benar-benar ngaca gitu loh. Elit-elit NU sebelumnya sudah ada melakukannya, tapi mana hasilnya? Tambah menggila. Dan yang dimaksud kalian temui itu cuma ‘presiden’ di dalam sana, bukanlah Utama Menteri,” ungkapnya.
HENDRIK KHOIRUL MUHID | PUTRI SAFIRA PITALOKA | HENDRIK YAPUTRA | NABIILA AZZAHRA
Artikel ini disadur dari Pertemuan 5 Warga NU dengan Presiden Israel Isaac Herzog, Kritik Tajam dari Berbagai Penjuru




