Rapat Awal Pansus Haji Kemungkinan Digelar Setelah Semua Jemaah Kembali ke Tanah Air
Jakarta – Anggota Panitia Khusus Angket Haji atau Pansus Haji, Wisnu Wijaya, mengungkapkan rapat perdana pansus haji kemungkinan dilakukan pasca semua jemaah haji Nusantara kembali ke tanah air.
“Kalau husnudzon saya itu menanti semua jemaah balik dulu dari Saudi. Hal ini mungkin saja merekan (pimpinan DPR) mempunyai beberapa pertimbangan supaya komplit dulu, lengkap dulu,” kata Wisnu ketika dihubungi Tempo, Senin, 22 Juli 2024.
Legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini menyatakan beliau bersatu anggota pansus haji lain juga telah dilakukan menanyakan ihwal jadwal rapat perdana pansus ke pimpinan komisi. Wisnu menanyakan masalah jadwal rapat untuk Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wahid.
“Dijawabnya Pak Abdul Wahid sedang menemui para pimpinan. Sementara infonya seperti itu. Jadi rundown juga belum di-share dari Sekretariat Pansus,” ujar Wisnu.
Agenda rapat perdana akan memilih siapa yang akan berubah jadi pimpinan pansus. Namun Wisnu mengungkapkan belum ada pembahasan masalah siapa yang tersebut akan mengatur pansus sampai rapat perdana digelar. Ia menuturkan, apabila pekan ini tiada ada kejelasan persoalan rapat perdana, beberapa jumlah anggota pansus akan menemui pimpinan DPR RI untuk menggerakkan rapat. Ia optimistis pansus dapat menyelesaikan tugasnya meskipun rapat perdana molor.
“Masa targetnya September seharusnya telah selesai. Karena kemarin kesepakatannya di masa reses ini pun kita akan rapat. Dua bulan kita punya waktu, kita yakin cukuplah untuk menyelesaikan,” tutur Wisnu.
Anggota Komisi VIII DPR RI ini juga mengemukakan pansus sampai ketika ini belum bekerja secara resmi. Namun ia menyatakan secara individu anggota pansus telah mulai bekerja di dalam masing-masing lini untuk mengakumulasi bukti serta aduan.
Anggota pansus angket haji DPR, Luluk Nur Hamidah, menyatakan rapat perdana akan diwujudkan DPR pada bulan ini, setelahnya pada Rabu, 17 Juli 2024, rapat batal dengan dalih kendala teknis.
“Pansus akan diwujudkan DPR periode 2019-2024, kami yang akan menuntaskan,” ujar Luluk untuk Tempo, Kamis, 18 Juli 2024.
Politikus Partai Keadilan Bangsa atau PKB itu mengungkapkan DPR tiada akan mewariskan program pansus haji untuk anggota periode setelahnya. Alasannya, DPR mengklaim tak ingin menimbulkan upaya perbaikan ibadah haji berlarut-larut.
“Apalagi temuan dugaan penyelewengannya kami yang menemukan,” ujar Luluk.
Pada 9 Juli lalu, DPR menyetujui pembentukan pansus haji pada sidang paripurna ke-21 masa persidangan V. Wakil Ketua DPR, Muhaimin Iskandar, mengetuk palu tanda setuju setelahnya menanyakan ke partisipan sidang. Pansus ini disahkan pasca anggota Komisi Keagamaan DPR, Selly Andriany Gantina, membacakan pertimbangan alasan dibentuknya pansus haji. Ada 35 anggota DPR dari lebih lanjut dua fraksi yang mana menyetujui secara resmi pembentukan pansus haji ini.
Artikel ini disadur dari Rapat Perdana Pansus Haji Kemungkinan Digelar Setelah Semua Jemaah Kembali ke Tanah Air




